Friday, July 17, 2009

ketika saya bukanlah siapa-siapa...

Sekali lagi tersadar akan obrolan bersama salah seorang kawan.. Terima kasih sepertinya harus aku ucapkan, karena itu sudah menyadarkanku lagi akan sesuatu. Menyadarkanku bahwa sepertinya menjadi seseorang yang dikatakan populer adalah sesuatu hal yang banyak nggak enaknya.. Being populer berarti menjadi sesuatu, menjadi seseorang yang dianggap orang kebanyakan tidak biasa.. Dan aku merindukan masa dimana aku tidak menjadi sesuatu, tidak menjadi siapa-siapa, dan tidak perlu meributkan apa-apa.. Masa itu adalah masa putih abu-abuku.. Masa dimana sejak awal memasuki gerbang putih abu-abu aku memutuskan untuk enggak perlu ikut ini itu, enggak perlu ribut dan sok sibuk ngurus ini itu, dan cukup menikmati masa putih abu-abu penuh tawa bersama keempat sahabat luar biasaku.. Dan itu menyenangkan.. Karena yang ada dalam pikiran kita berlima adalah belajar dan bermain.. Kata organisasi rasanya enggak masuk dalam kamus kita, APATiS memang, tapi itu masa yang luar biasa.. Karena enggak akan ada yang perduli dengan apa yang kita lakukan, sebab yang melakukannya adalah orang biasa dan enggak perlu sibuk menjadi sesuatu..

Tapi itu duLu.., sekarang rasanya stempel menjadi sesuatu itu nempel lagi.. Menjadi seseorang yang harus meributkan ini itu dan memikirkan ini itu.. Menjadi seseorang yang kembali lagi di jamanku eS-eM-Pe, yang sok sibuk-sok ribut-sok penting ngurus ini itu, dan temen-temen sepermainanku merasa nggak penting ngurusin dan mikirin begituan, jadilah aku berada di sekeliling teman yang kalo ketemu ya yang diobrolin ya kepentingan ini-itunya itu.. Kadang menikmati, tapi kadang merasa sedih. Sedih karena waktuku untuk keluarga dan diri sendiri rasa-rasanya harus dinomorduakan untuk kepentingan "ini-itu". Kalau ditanya ikhlas atau enggak ya harus ikhlas karena sebuah tanggung jawab. Tapi yang namanya capek itu pasti ada. Cuma..., yang bener-bener terasa dalam melewati masa sok sibuk dan sok penting pada waktu dulu ataupun sekarang adalah bahwa menjadi seseorang yang biasa-biasa saja, enggak populer, enggak menjadi siapa-siapa, enggak menjadi apa-apa, JAUH LEBIH MENYENANGKAN DAN TANPA BEBAN..

Dan memang nyatanya menjadi orang yang terlalu banyak dikenal dan ahirnya jatuh pada kesibukan yang melibatkan pemikiran yang sok pusing ini ENGGAK selalu MENYENANGKAN. Aku merindukan aku di masa putih abu-abu yang enggak perlu sok pusing dan sok riweuh ngurusin ini itu. Aku merindukan hari-hariku di rumah, yang makan siang di rumah, tidur siang, mandi sore, ketemu mama papa, berantem sama adek, dan bangun siang di hari minggu terus nonton kartun seharian. Dan tampaknya malam ini aku merenungi itu semua dan sudah kubulatkan tekad untun segera menyelesaikan semua tanggung jawab yang ada supaya bisa kembali kekehidupanku seperti di masa putih abu-abu yang cuma mengorientasikan semua pada hal-hal yang penting dan menyenangkan. Dan kalau perlu setelah semua tugasku selesai, orang nggak ada lagi yang sok pusing juga nyari-nyari aku. Karena aku mau kembali jadi aku yang BUKAN SIAPA-SIAPA, dan nggak penting untuk dianggap keberadaannya. Karena sangat menyakitkan ketika tanpa sadar kita kehilangan orang yang kita sayang karena dia merasa bahwa aku ini TAK TERJANGKAU dan dia merasa nggak punya daya untuk menjangkauku, maka dia akan memutuskan untuk mundur dengan teratur meninggalkan aku dan memilih orang lain yang bukan siapa-siapa dalam lingkaran kehidupan kita. Dan lebih menyakitkan ketika kita merasa SENDIRI meskipun di sekeliling kita ada kawan-kawan yang sedang tertawa bersama kita. Dan sesakit-sakitnya itu semua saat ini itulah faktanya, bahwa aku yang dianggap sesuatu yang sok penting oleh kebanyakan orang dan dikelilingi pula dengan orang-orang yang sama sibuknya, ternyata SENDIRIAN..

Maka.., sudah seharusnya aku ini memang TIDAK MENJADI SIAPA-SIAPA, dan tidak menjadi sesuatu yang dipentingkan. Karena sepertinya dengan menjadi seseorang yang BUKAN SIAPA-SIAPA itulah aku bisa merasakan kembali lingkarang tawa dalam keluarga dan sahabatku. WeL.., mari kita mulai membenamkan diri agar mulai dianggap BUKAN SIAPA-SIAPA..


-teruntuk masa putih abu-abu, masa AKU BUKAN SIAPA-SIAPA, bersama 4sahabat luarbiasaku-

No comments: