Thursday, January 14, 2010

saya dan partner hidup saya..

Nggak akan terucap kata SEANDAINYA, karna kata itu hanya akan menandakan bahwa kita nggak pernah ikhlas atas apa yg terjadi. Seandainya hanyalah sebuah bentuk penyesalan. Haruskah menyesal atas segala keputusan yg diambil?? Hey.., that's my decision. Mungkin pada waktu itu belum terlintas akan apa yg terjadi saat ini, yaaa siapa yg tahu sih masa depan itu akan seperti apa. Tapi, yg bisa aku lakukan sejauh apa aku berani mengambil sebuah keputusan adalah bahwa apapun yg terjadi nanti harus dihadapi. Lantas sekarang apa??

Sekarang adalah waktu dimana aku nggak bener-bener tahu apa sebenernya aku mau. Selalu kalimat "jalani aja dulu sebaik-baiknya" yang kucoba yakini, meskipun aku sendiri nggak yakin, tapi aku berusaha buat meyakinkan diri sendiri. Dan itulah yg ada sekarang. Mencoba menjalani relationship yg ada dgn sebaik-baiknya. Mengutamakan ego saat ini hanya akan menyakiti hati yg sudah begitu baik menyayangiku. Tapi tahukah dia bahwa sesungguhnya ini nggak akan berjalan selamanya seperti yg mungkin dia harapkan?? Bukan karna aku pasti kalah oleh egoku, tapi lebih karna situasi. Situasinya nanti akan menuntut kami untuk tersadar bahwa pandangan hidup ke depan kami berbeda.

Hidup adalah tumbuh dan berkembang.. Dan pandanganku ke depan tentang menata hidup dan masa depan sudah jauh lebih berkembang dari dia. Ya, usia memang terkadang mempengaruhi tingkat kedewasaan seseorang, mempengaruhi cara pandang dan berfikir orang, tapi nggak sedikit juga yg memiliki tingkat kedewasaan lebih tinggi dgn usia yg muda, tapi itu belum dimilikinya, belum bisa mengimbangiku yg pemikirannya sudah lebih maju dan berkembang.. Mungkin ini yg selalu mama bilang,"Perempuan itu baiknya memiliki suami yang usianya lebih tua, supaya bisa ngemong". Dan nggak dipungkiri kalau kaum hawa memang lebih suka diemong dan dimanja bukan??

Perempuan kebanyakan sekarang adalah perempuan2 yg independent, mandiri, dan fresh dengan pemikiran2nya yg jenius. Menandingi kaum adam. Dan saya mungkin adalah salah satu diantara perempuan2 itu. Saya cenderung keras kepala dengan berbagai pemikiran yg saya punya, agak susah kalau cuma diem aja di rumah nggak punya aktivitas, dan cuma orang2 tertentu yg bisa menasehati saya dengan baik. Kacau kalau nantinya saya berpasangan dgn org yg mudah saya interfensi dan nggak punya wibawa serta kemampuan untuk mengontrol saya. Saya butuh partner hidup hingga ahir hayat yg mampu memimpin saya dengan kewibawaan dan kedewasaannya yg tenang, cukup satu kali kasih tahu, cukup dengan kalimat sederhana dan nada yg datar, tapi itu bisa membuatku manggut2 setuju dan nggak ngeyeL alias manut. Karna dia berhasil meyakinkan saya bahwa apa yg dia katakan adalah lebih baik dari yg saya mau.

Oleh karena itu partner hidup hingga ahir hayat yg sebenernya saya mau ya yang begitu itu. Nggak perlu banyak kriteria sebenernya, cukup yang seiman&pintar. Pintar dalam hal apapun. Pintar membawa diri dengan wibawa dan kedewasaannya hingga mampu membimbing saya, pintar dalam menyelesaikan tugas dan kewajibannya sebagai kepala keluarga-suami-dan ayah, pintar bersosialisasi dgn stylenya yg simple,rapi,tapi terlihat gorgeous, dan pintar sbg partner saya dalam mengarungi hidup hingga ahir hayat.

Dan yg paling penting adalah restu keluarga. Karna doa dari orang2 terkasih kita adalah awal dari sebuah langkah besar dalam hidup.

Sekarang, sekali lagi saya mencoba sebaik2nya menjalani apa yg ada.. Karna pada ahirnya semuanya Allah SWT yg menentukan.. Semoga apa yg saya cita2kan dikabulkan&tercapai dgn baik. INsya ALLAH AMIIIINNNNN....

No comments: