Salam pembuka dulu, "HOLAAA".., intronya kali ini aku ngeblog di sekret HIMATIF, hagzz.. Setelah bertahun cahaya nggak maen kesini karna sudah lengser dari pembantunya mahasiswa Informatika UPN Jogja, maka saat ini lepas ngajar praktikum Basis Data daku melenggang kemari, sekalian menunggu seorang kawan untuk nanti kemudian nimbrung lagi di praktikum yg lain. (baca : numpang cari ilmu sekalian ngadem)
Well, judul blog kali ini bisa dibilang sbuah keyakinan bahwa aku tidak pernah meyakini adanya persahabatan MURNI 100% semurni susu sapi yang habis diperah. Karena menurutku sesungguhnya pasti ada rasa-rasa "more than just a friend" yang dirasakan salah satu atau bahkan mungkin keduanya. Semua itu pada dasarnya adalah perasaan care dan ketergantungan satu sama lain karena WAKTU yang menempa dua insan yang bersahabat erat menjadi seperti itu. Nggak bisa dipungkiri kalau cinta seringkali ada karena terbiasa. Dan persahabatan juga ada karena selalu terbiasa bersama berbagi suka maupun duka. Tapi.., hanya sedikit insan yang bisa melalui fase "sahabat jadi cinta selamanya". Seringkali persahabatan yang berujung pada cinta berakhir tidak bahagia. Dan seringkali seseorang tidak ingin mendeklarasikan sebuah persahabatan menjadi cinta karena tak ingin berakhir tidak bahagia. Namun ada pula cinta yang berujung pada sebuah persahabatan. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh segelintir orang. Semua itu punya alasan masing-masing mengapa setelah merajut cinta tidak bisa atau enggan menjadi sahabat.
Nah, beruntunglah saya, karena dari track record yang ada hampir semua cinta yang berakhir bisa saya wujudkan menjadi sebuah persahabatan atau kekeluargaan. Jika pada akhirnya kami tidak bisa bersahabat, itu dikarenakan alasan untuk menghargai pasangannya yang baru. Dan mungkin juga si pihak pria memiliki ras takut jika suatu saat perasaannya yg pernah ada untuk saya muncul lagi. Eeeaaaaa...... Sejujurnya buat saya persahabatan yang berawal dari berakhirnya sebuah cinta jutsru jadi cerita menarik tersendiri. Seringkali kami yg statusnya sudah tidak pacaran lagi, tertawa terkekeh-kekeh bila mengingat betapa lucunya kami dulu. Berantem gak jelas hanya karena masalah sepele, cemburu, ngambek, rindu yg menggebu-gebu, ahhhh lucunyaa.. Dan orang-orang yg bisa bersahabat setelah cintanya usai adalah orang-orang yang memiliki kelapangan dada yang luar biasa. (sampe ngalah-ngalahin lapangan bolanya senayan, :P)
Tapi tentu saya tidak men-judge orang-orang yg tidak bisa mewujudkan sebuah persahabatan setelah cinta itu berakhir, bukan berarti dia tidak bisa legawa, sebab semua itu pilihan, :D
Dan tentang persahabatan yg diinginkan pria menurut saya adalah persahabatan yang tanpa tendensi apapun, tanpa perasaan sekalipun berdua bersama menari mengelilingi dunia dibawah siraman mentari. Perempuan yang dinamis, lincah, penuh keriangan dan bisa diajak diskusi apapun adl tipe perempuan yg bisa diajak bersahabat tanpa ada rasa cinta. Karena sesungguhnya si wanita sudah memiliki cintanya sendiri. Eeeeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....
Sekian.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment